https://www.youtube.com/watch?v=fViYcDDZyhk
anda bisa melihat/klik videonya disini okey terimah kasih
Friday, May 20, 2016
JARINGAN PUBLIK DAN JARINGAN PRIVAT
PENGERTIAN JARINGAN PRIVAT DAN JARINGAN PUBLIK
2. Mahasiswa
memahami arsitektur dan komponen jaringan PSTN & PBX.
3, Mahasiswa
memahami proses numbering, charging, cabling pada jaringan PSTN
Pengertian
Jaringan Privat merupakan sebuah jaringan yang dibangun oleh suatu
kelompok, lembaga, perusahaan, institusi atau bahkan seseorang dilingkungan
internalnya sendiri, dengan harapan komunikasi internal dapat dilakukan dengan
lebih cepat, aman, dan murah.
Contohnya adalah PBX (Private Branch
eXchange), LAN (Local Area Network), dan VPN (Virtual Private Network)
Pengertian
Jaringan Publik adalah jaringan yang dibangun oleh pemerintah
maupun penyedia jasa telekomunikasi kepada publik, baik yang berorientasi
profit maupun non-profit, sehingga masyarakat luas dapat memanfaatkannya dalam
bertukar informasi.
Contohnya adalah PSTN, ISDN, PLMN, Internet, MPLS, dsb
Public Switch
Telephony Network (PSTN)
PSTN merupakan jaringan publik yang
bersifat circuit switch dan pada awalnya disiapkan untuk fasilitas teleponi.
PSTN merupakan jaringan
telekomunikasi pertama dan terbesar di seluruh dunia
Karakteristik utama PSTN
Akses analog dengan frekuensi 300-3400 Hz
Bersifat circuit-switched
Memiliki bandwith 64 kbps
Bersifat fix sehingga mobilitasnya sangat
terbatas
Dapat diintegrasikan dengan jaringan lain,
seperti ISDN, PLMN, PDN
PSTN dapat
dibagi menjadi 3 jaringan utama, yaitu :
1. Jaringan Backbone
Merupakan core network/jaringan inti yang
membangun PSTN, yaitu jaringan yang menghubungkan antar sentral.
2. Jaringan Akses
Merupakan jaringan yang berfungsi menghubungkan
sentral sampai ke pelanggan.
É Jaringan Akses dapat dibagi menjadi
empat, yaitu :
É Jaringan Lokal Akses Tembaga
(Jarlokat)
É Jaringan Lokal Akses Radio
(Jarlokar)
É Jaringan Lokal Akses Fiber Optik
(Jarlokaf)
É Hybrid Fiber Coaxial (HFC)
3. Jaringan Interkoneksi
Arsitektur
Jaringan PSTN
Ò Jarlokat
- Sentral Telepon / MDF (Main
Distribution Frame)
- Kabel Primer
- Rumah Kabel
- Kabel Sekunder
- Kotak Pembagi
- Kabel / Saluran Penanggal
- Teminal Batas
- Kabel Rumah
- Daerah Catuan Langsung
- Perangkat lain yang diintegrasikan
pada JARLOKAT.
- Terminal Pelanggan.
Jaringan
Catu Langsung
Ò Jaringan catu langsung yaitu
jaringan dimana pelanggan mendapat pencatuan saluran dari KP/DP terdekat dan
langsung dihubungkan dengan RPU /MDF) tanpa melalui Rumah Kabel (RK).
Pemakaian
Jaringan Catu Langsung
Ò Di daerah dekat sentral, biasanya di
kota besar.
Ò Kota-kota kecil yang pelanggannya masih sedikit (jumlah
KP juga sedikit)
Ò Daerah dengan demand/pelanggan terpusat
Ò Daerah dengan pelanggan VIP
Keuntungan
pemakaian Jaringan Catu Langsung :
Ò Dari segi ekonomi menguntungkan
(biaya rendah) karena pada jaringan ini tidak digunakan RK
Ò Administrasi kabel menjadi lebih
sederhana
Ò Titik rawan gangguan kecil
Kerugian
Pemakaian Jaringan Catu Langsung :
Ò Tidak fleksibel
Ò Sulit melokalisir gangguan karena
kabel primer yang digunakan terlalu panjang sehingga kesulitan untuk menentukan
letak kerusakan dengan tepat
Jaringan Catu
Tidak Langsung
Ò Jaringan dimana saluran para pelanggan dicatu dari KP terdekat, yang dihubungkan terlebih dahulu dengan Rumah
Kabel (RK), yang akan diteruskan ke RPU (MDF).
Ò Penyambungan saluran dari KP ke RK sama dengan jaringan catu langsung
(tetap), tetapi penyambungan seterusnya ke RPU di RK dilakukan tidak tetap
(melalui jumper wire).
Pemakaian Jaringan Catu Tidak Langsung :
Ò Saluran di kota-kota yang jumlah pelanggannya besar
Ò Daerah yang lokasinya jauh dari sentral
Ò Daerah yang pelanggannya menyebar
Keuntungan Jaringan Catu Tidak Langsung :
Ò Lebih Fleksibel
Ò Mudah dalam melokalisir gangguan karena dapat diurut dari RK ke RK.
Kerugian Jaringan Catu Tidak Langsung :
Ò Dari segi ekonomi tidak menguntungkan (karena membutuhkan RK yang banyak
sehingga biayanya menjadi lebih mahal)
Ò Sumber gangguan lebih banyak
jarkolar
Ò Jarlokar adalah jaringan lokal akses yang memanfaatkan media udara sebagai
media transmisinya, dimana antenna dijadikan sebagai pemancar dan penerima
sinyal informasi.
Ò Beberapa teknologi
yang menggunakan radio diantaranya adalah :
É WLL (Wireless Local Loop)
É Seluler
É WiFi
É Wimax
jarkolaf
Ò Jarlokaf adalah jaringan lokal akses yang memanfaatkan media fiber optic
sebagai media transmisinya, sehingga proses pengiriman sinyal informasi dapat
dilakukan lebih cepat.
FTTC (Fiber to The Curb)
FTTB (Fiber to The Building)
FTTH (Fiber to The Home)
Perangkat
Terminal
Ò Jaringan PSTN dapat melayani beberapa
perangkat terminal pelanggan, diantaranya : fixed telephone, cordless
telephone, fax, komputer, pay phone, dan PBX.
Penomoran (Numbering)
Teknik Penomoran
1. Penomoran Terbuka
Ò Penomoran jenis ini membedakan
penomoran untuk setiap panggilan.
Ò Misalnya : panggilan local, SLJJ,
atau SLI
2. Penomoran Tertutup
Ò Suatu nomor yang diberikan untuk
semua jenis panggilan
Ò Misalnya : E-mail
1. Penentuan Awalan (Prefik)
2. Penentuan Kode Negara
3. Penentuan Kode Area
4. Penentuan Nomor Pelanggan
5. Struktur Penomoran Nasional
6. Struktur Penomoran Internasional
7. Penomoran Darurat
8. Penomoran Sistem Telepon Bergerak
Pentarifan
(Charging)
Ò Charging/pentarifan adalah pembebanan
yang dikenakan pada pelanggan sebagai biaya penyewaan jasa telekomunikasi
berdasarkan tipe dan layanan yang digunakan
Metode
Pentarifan
Fixed-periode
Charging Metode
Ò Periode waktu tetap
Ò Call rate berubah-ubah terhadap jarak
Ò Spesifikasi metode waktu yang umum :
Tiga menit pertama sebagai periode awal panggilan dan pertambahan satu menit
berikutnya.
Periodic
Pulse Metering Methode
Ò Call rate tetap
Ò Periode waktu berubah-ubah terhadap
jarak
Ò Meskipun kelas berdasarkan jarak
terus meningkat, pembebanan dapat berdasarkan periode waktu “pulsa metering”
Komponen tarif
Komponen
dasar
Ò Beban penggunaan jaringan, yaitu
dasar untuk menutup biaya pelayanan dan bergantung pada penggunaan sarana
jaringan penyambungan
Komponen
Khusus
Ò Beban untuk pemasangan dan penggunaan
jaringan. Bergantung
pada jenis dan fasilitas dan/atau daerah, meliputi :
Ò Biaya pemasangan awal, hanya dikenai
satu kali
Ò Biaya langganan atau biaya sewa
bulanan
Ò Biaya pemakaian fasilitas (fitur)
dasar dan tambahan
Kriteria
Pentarifan
Ò Sambungan yang berhasil.
Ò Waktu pembicaraan (pagi, siang,
malem, diskon)
Ò Jarak komunikasi (zone metering)
Ò Berdasarkan jarak (dan tingkat
sentral) dimana setiap zoning ada perbedaan perhiutungan pulsa, misalnya :
É Zone I >
30 - 200
(km) Rp. 950 / menit.
É Zone II >
200 - 500 (km)
Rp. 1320 / menit.
É Zone III >
500 (km) Rp.
1650 / menit.
Ò Lama pembicaraan (duration call
metering).
Private Branch
eXchange (PBX)
Ò Latar Belakang PBX
Ò pembangunan sebuah sentral privat yang memungkinkan komunikasi internal
perusahaan dapat dilakukan secara gratis
Arsitektur dan Komponen PBX
Ò SIGNALING CARDS : penerima/pengirim pensinyalan dengan extension (DTMF/decadic pulses)
dan pensinyalan dengan sentral publik (DTMF/MFC/decadic pulses).
Ò PROCESSOR CARDS : sebagai pusat kontrol yang mengendalikan seluruh aktivitas sentral baik
dalam hal call processing, operation & maintenance, safe guarding dan
billing.
Ò SWITCH BOARD/IVR (Interactive Voice
Response) : untuk layanan penyambungan panggilan masuk
(incoming call) : dapat menggunakan tenaga manusia (operator) atau mesin otomat
(auto attendant).
Terimah kasih semoga artikel saya ini bisa membantu anda dan bisa menyelesaikan pekerjaan anda.
Subscribe to:
Posts (Atom)
